Warung nasi tembok bolong di Kemang, Jakarta, menjadi pilihan pekerja mal untuk membeli makanan dengan harga terjangkau, mulai sarapan hingga makan siang.
Seorang pekerja membeli makanan dan minuman melalui lubang kecil di tembok pembatas kawasan permukiman dan pusat perbelanjaan di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Di tengah padatnya pemukiman penduduk di Jakarta, terselip sebuah warung nasi di balik tembok yang bolong. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Warung nasi tembok bolong berada dekat parkiran motor Kemang Village Mall. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Warung nasi ini berbentuk lubang persegi berukuran sekitar 30×30 cm yang berada di tembok pembatas antara mal dan pemukiman ramai dikunjungi pekerja mal. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Berbagai macam makanan dan minuman dijajakan oleh warung nasi tembok bolong, seperti nasi rames, ayam cabe ijo, aneka sayur hingga kopi. Warung nasi tembok bolong buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 15:30 WIB. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
"Ada nasi rames, ada ayam penyet, ada sayur paya, daun singkong, telur dadar, ayam cabe ijo, ati balado, kopi sama es-es. Buka dari jam 6 sampai jam setengah 4 sore," ujar salah satu pemilik warung. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Salah satu pedagang mengaku sudah berjualan di warung nasi tembok bolong sebelum Kemang Village Mall dibangun sampai akhirnya beroperasi seperti sekarang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Pantauan di lapangan, rata-rata pembeli di warung nasi tembok bolong adalah karyawan mal. Adanya warung nasi tembok bolong memudahkan karyawan mal untuk membeli makan siang atau sarapan, karena pihak mal sendiri tidak menyediakan kantin karyawan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
“Sebenarnya memudahkan banget buat karyawan yang kerja di mal karena dari mal sendiri tuh kan nggak ada kantin. Jadi kita pasti larinya itu kalau buat beli makan siang atau sarapan ke warung-warung yang ada di tembok bolong ini," ungkap salah satu pekerja mal. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Selain itu, harga di warung nasi tembok bolong relatif terjangkau dibanding tenant-tenant yang berada di mal. Tentunya dengan rasa yang enak. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)



