Musisi kawakan Neil Young menggugat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebesar US$10 juta atau setara dengan Rp181,7 miliar (US$1=Rp18/175) gegara lagunya dipakai pengiring Trump naik panggung dalam berbagai kampanye pemilihan paruh waktu.

Gugatan yang diajukan di Pengadilan Distrik AS Distrik Timur Virginia pada Senin (26/10) tersebut diajukan dengan tudingan pelanggaran hak cipta terkait penggunaan lagu Rockin' in the Free World.

Seperti diberitakan Variety pada Senin (26/10), gugatan ini jadi kali kedua Young menggugat Trump terkait penggunaan lagu tersebut tanpa izinnya. Gugatan pertama diajukan pada 2020 dan telah diselesaikan melalui kesepakatan.

Namun, menurut gugatan terbaru Young, Trump kembali memutar lagu tersebut, yang berarti melanggar ketentuan kesepakatan sebelumnya.

Gugatan tersebut menyebutkan lagu itu diputar dalam kampanye Trump di Youngstown, Ohio, pada 12 Oktober. Selain itu, gugatan menyebut lagu itu sudah diputar "berkali-kali dalam kampanye lain yang bertujuan untuk menggalang suara bagi Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu mendatang."

Young menuntut dikeluarkannya perintah pengadilan untuk melarang penggunaan lagu tersebut di depan umum untuk tujuan politik, serta ganti rugi sebesar US$10 juta atas penggunaan yang telah terjadi.

"Tergugat saat ini, maupun pada saat semua kampanye tahun ini berlangsung, secara pribadi mengetahui bahwa diperlukan izin untuk memutar lagu tersebut dalam kampanye, dan bahwa Young tidak pernah-serta tidak akan pernah-memberikan izin yang dimaksud," tulis gugatan tersebut.
"Donald J. Trump for President Inc. tidak mengajukan pembelaan dan langsung mencapai kesepakatan damai tak lama setelah menerima surat gugatan, dengan berjanji tidak akan pernah lagi menggunakan Rockin' in the Free World tanpa lisensi dan izin dari Young."

Variety menyebut gugatan baru ini tidak merinci ketentuan finansial maupun ketentuan lain dari kesepakatan pada 2020.

"Young telah mengalami kerugian pada reputasi dan citra dirinya akibat adanya kesan bahwa ia mendukung Donald J. Trump dalam bentuk apa pun," tulis isi gugatan terbaru.

Neil Young merupakan salah satu musisi yang paling vokal dalam menyatakan penentangannya terhadap Trump di ruang publik.

Dengan status tersebut, sulit untuk memastikan apakah penggunaan lagu yang sangat dikenal sebagai lagu anti-Partai Republik oleh Trump tersebut dilakukan karena ketidaktahuan, atau memang sengaja dilakukan untuk memprovokasi musisi tersebut.

Neil Percival Young dikenal luas sebagai Godfather of Grunge sejak dirinya debut pada 1963. Pria kelahiran 12 November 1945 tersebut memainkan piano dan harmonika dalam banyak albumnya, yang kerap memadukan genre musik folk, rock, country, dan genre lain.

Ia memulai karier musiknya di Winnipeg pada 1960-an, kemudian pindah ke Los Angeles pada 1966 untuk membentuk grup musik rock Buffalo Springfield.

Ia mengawali karier solonya bersama Crazy Horse pada 1969. Diskografi solo Young mencakup sejumlah album yang mendapat pujian, seperti Everybody Knows This Is Nowhere (1969), After the Gold Rush (1970), Harvest (1972), On the Beach (1974), dan Rust Never Sleeps (1979).

Neil Young telah menerima berbagai penghargaan, termasuk Grammy Awards dan Juno Awards. Rock and Roll Hall of Fame melantiknya sebanyak dua kali: pada 1995 sebagai artis solo dan pada 1997 sebagai anggota grup musik Buffalo Springfield.