Penyelidikan perkara Hayden Panettiere resmi ditutup. Pihak Kepolisian Greenville (GPD) di Carolina Selatan secara resmi menyimpulkan bahwa sang aktris meninggal dunia murni akibat insiden yang tidak disengaja.
Kepastian penutupan kasus ini disampaikan Sersan Diana Munoz dari GPD. Ia menegaskan putusan hukum tersebut diambil sepenuhnya berdasarkan "ketetapan pemeriksa medis dan temuan penyelidikan."
Dengan terbitnya kesimpulan itu, seperti diberitakan People pada Rabu (28/10), kepolisian setempat kembali menegaskan bahwa seluruh rangkaian investigasi kasus kematian Panettiere telah resmi dihentikan.
Penyelidikan ditutup sekitar tiga bulan setelah Hayden Panettiere ditemukan tak bernyawa di sebuah penginapan Airbnb di Greenville pada 16 Agustus, beberapa hari menjelang perayaan ulang tahunnya yang ke-37.
Teka-teki penyebab kematian mendadak ini sebelumnya sempat diungkap Kantor Pemeriksa Jenazah Wilayah Greenville pada 22 September.
Hasil pemeriksaan menetapkan bahwa nyawa Panettiere melayang akibat efek toksik yang fatal dari campuran berbagai zat mematikan, yang mencakup fentanyl, 4-ANPP, alprazolam, methocarbamol, hingga quetiapine.
Pada hari Panettiere meninggal, kekasihnya yang kerap putus-nyambung, Brian Hickerson, beserta sang adik, Zach, diketahui berada di lokasi kejadian.
Meski demikian, kepolisian tidak menemukan adanya unsur kesengajaan dan tidak menjatuhkan dakwaan kriminal apa pun kepada dua bersaudara itu.
Tragedi ini memang sempat menyita perhatian serius hingga memicu turun tangannya Badan Narkotika Amerika Serikat (DEA) pada 20 Agustus.
Sembilan hari pasca-kematiannya, agensi penegak hukum itu dilaporkan sempat menggeledah kediaman Panettiere untuk melacak keberadaan obat-obatan terlarang, langkah yang diyakini erat kaitannya dengan temuan kandungan fentanyl di tubuhnya.
Jauh sebelum hasil toksikologi itu dirilis, simpang siur rumor memang sempat beredar luas di media. Guna meredam spekulasi yang makin liar, perwakilan Panettiere sampai harus merilis pernyataan resmi pada 16 September.
"Laporan-laporan belakangan ini yang mengutip sumber tanpa nama adalah kabar burung yang tidak dapat diverifikasi dan telah memicu informasi simpang siur yang terus beredar," bunyi bantahan dari pihak perwakilan tersebut.
Mereka kala itu juga meminta ruang privasi dan ketenangan publik di tengah jalannya proses hukum.
"Meskipun kita semua sangat ingin menemukan kejelasan dan lebih memahami situasi seputar kepergiannya, kita harus tetap sabar dan membiarkan proses penyelidikan berjalan. Jawaban yang kita semua cari akan segera datang," urai mereka lebih lanjut.
Hayden Panettiere meninggalkan seorang putri yang baru berusia 11 tahun bernama Kaya. Semasa hidupnya, sang aktris dikenal cukup terbuka dan tak pernah menutupi kenyataan pahit soal pergulatannya melawan kecanduan.
Ironisnya, pada Mei 2026 atau beberapa bulan sebelum meninggal, ia baru saja membagikan kisah kelamnya itu lewat memoar bertajuk This Is Me: A Reckoning yang masuk daftar buku terlaris New York Times.



