Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi konsumen yang ingin membeli soeaker JBL mesti waspada karena ditemukan produk palsu yang beredar di online maupun offline.
Laporan dari perusahaan induk JBL, Harman International, mengungkap maraknya peredaran unit palsu JBL di kawasan Asia Pasifik. Untuk itu, pihaknya telah menyita sejumlah produk palsu sebagai upaya melindungi konsumen.
"Harman secara proaktif terus menjalankan upaya perlindungan merek, bekerja sama erat dengan platform e-commerce, otoritas bea cukai, dan aparat penegak hukum untuk mengidentifikasi, menghapus, serta menyita produk-produk palsu dan tiruan yang menggunakan merek milik perusahaan," ujar ujar Grace Koh, General Manager andVice President, Consumer Audio Harman Asia Pacific dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (24/9/2026).
Pada enam bulan pertama tahun 2026, sejumlah aksi penegakan hukum berhasil menyita produk-produk palsu dalam jumlah yang signifikan di berbagai pasar utama Asia Pasifik.
Di Korea Selatan, produk JBL Flip 6 palsu berhasil disita dalam operasi penegakan hukum yang dilakukan bekerja sama dengan otoritas setempat.
Operasi terpisah di Korea Selatan, unit JBL Charge 6 palsu juga turut disita, sehingga berhasil memutus rantai distribusi produk palsu tersebut di pasar.
Sementara itu di Thailand, otoritas bea cukai berhasil menghentikan peredaran produk palsu yang secara ilegal dipasarkan menggunakan nama fiktif JBL Max 33.
Operasi lainnya di Thailand, pihak berwenang menyita unit palsu dari JBL Go 4, JBL Clip, serta jajaran headphone JBL Tune series.
Sedangkan tahun lalu, Harman memfasilitasi penghapusan lebih dari 500.000 tautan produk ilegal di berbagai platform marketplace digital utama di kawasan ini.
Dari jumlah tersebut, sekitar 300.000 tautan produk teridentifikasi sebagai barang palsu, sementara sisanya melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) milik Harman.
"Produk palsu tidak hanya melanggar Hak Kekayaan Intelektual kami, tetapi juga merusak pengalaman yang diharapkan konsumen dari JBL," tegasnya.



