Jakarta, CNBC Indonesia- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja positif industri asuransi Indonesia yang per Juli 2026 berhasil mencatatkan total asset RP 1.172, 9 Triliun atau tumbuh 1,59% (yoy).

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen menyebutkan kinerja positif industri asuransi termasuk dari sisi asuransi jiwa yang berhasil mencatatkan premi bisnis baru tumbuh 11,5% menjadi lebih dari Rp21 Triliun dan jumlah tertanggung naik 23,8% menjadi lebih dari 153 juta.

Hal ini mengindikasikan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan asuransi. Di Prudential Indonesia, tercatat adanya pertumbuhan premi sebesar 25% (yoy) menjadi Rp 12,2 Triliun sepanjang Semester I-2026.

Meski demikian, industri asuransi masih menghadapi sejumlah tantangan terkait upaya menumbuhkan porsi asuransi Kesehatan dalam melindungi Kesehatan masyarakat mengingat saat ini ketergantungan biaya langsung masyarakat (out of pocket) masih tinggi hingga persoalan naiknya inflasi medis yang bisa mencapai 17% di 2026.

Seperti apa prospek dan tantangan industri asuransi RI? Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen dalam Power Lunch, CNBC (Selasa, 15/09/2026)