Jakarta, CNBC Indonesia - Nama etomidate menjadi sorotan setelah selebgram Julia Prastini atau dikenal sebagai Jule ditangkap terkait temuan vape yang mengandung zat tersebut. Etomidate sebenarnya merupakan obat anestesi yang digunakan dalam dunia medis, tetapi penggunaannya tidak bisa sembarangan.

Jule ditangkap Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (14/9/2026) di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan. Penangkapan tersebut merupakan pengembangan kasus dua perempuan yang diduga menjual vape etomidate kepadanya.

"Iya betul," kata Kasatresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Tandayu, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (21/9/2026).

Berdasarkan pemeriksaan terhadap kedua perempuan tersebut, polisi menemukan komunikasi yang diduga mengarah kepada bandar dengan jaringan lebih besar. Polisi juga menemukan bukti pemesanan yang diduga dilakukan Jule.

Lantas, apa sebenarnya etomidate dan mengapa zat ini berbahaya jika disalahgunakan dalam cairan vape?

Apa Itu Etomidate?

Etomidate merupakan obat anestesi intravena kerja singkat yang digunakan untuk membuat pasien kehilangan kesadaran dengan cepat.

Dalam dunia medis, obat ini biasanya diberikan sebelum operasi atau tindakan medis darurat. Etomidate bekerja dengan memberikan efek hipnotik atau membuat pasien tertidur.

Salah satu karakteristik etomidate adalah efeknya yang bekerja sangat cepat, dalam hitungan detik hingga menit. Obat ini juga digunakan dalam kondisi tertentu karena memiliki efek yang relatif kecil terhadap tekanan darah dibandingkan sejumlah obat anestesi lainnya.

Namun, pemberian etomidate harus dilakukan oleh tenaga medis dengan dosis dan pengawasan yang tepat. Masalah muncul ketika zat tersebut disalahgunakan, salah satunya dengan mencampurkannya ke dalam cairan vape untuk kemudian dihirup.

Singapura menjadi salah satu negara yang memperketat pengawasan terhadap etomidate dan vape. Otoritas negara tersebut menyoroti penggunaan vape yang mengandung zat berbahaya, termasuk etomidate.

Di Indonesia, aparat juga telah menemukan peredaran vape yang mengandung etomidate. Badan Narkotika Nasional (BNN) sebelumnya pernah menyita ribuan cartridge vape yang diketahui mengandung zat tersebut.

Bahaya Etomidate dalam Vape

Penggunaan etomidate di luar kepentingan medis dan tanpa pengawasan tenaga kesehatan dapat menimbulkan risiko serius. Terlebih jika zat tersebut digunakan dengan cara yang tidak semestinya, seperti dihirup melalui vape.

Berikut sejumlah risiko yang dapat muncul:

1. Kehilangan kesadaran

Etomidate memiliki efek hipnotik yang bekerja cepat. Penyalahgunaan zat tersebut dapat menyebabkan seseorang tiba-tiba mengalami penurunan kesadaran atau kehilangan kesadaran.

2. Gangguan hormon

Etomidate dapat menekan produksi kortisol dengan mempengaruhi fungsi kelenjar adrenal. Kortisol merupakan hormon yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk respons terhadap stres serta pengaturan tekanan darah dan metabolisme.

3. Risiko ketergantungan

Penyalahgunaan zat dengan efek sedatif atau hipnotik secara berulang dapat mendorong pola penggunaan yang berbahaya dan meningkatkan risiko ketergantungan.

4. Risiko gangguan kesehatan serius

Penggunaan etomidate tanpa dosis yang terukur dan pengawasan medis dapat menimbulkan berbagai efek samping. Risiko menjadi semakin sulit diprediksi apabila zat tersebut dicampurkan ke cairan vape karena pengguna tidak mengetahui secara pasti konsentrasi maupun bahan lain yang terkandung di dalamnya.