Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menuding kritik yang dilayangkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto di media sosial berasal dari robot.

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah itu menuding para oligarki dan koruptor ada di balik pengerahan robot-robot tersebut.

"Namun sekarang ini mungkin 60 persen lebih itu isinya bukan orang, sehingga apa yang ramai di masyarakat kita ini kemudian ditentukan oleh yang bukan orang ini. Hari ini mau ramein apa itu kemudian yang bukan orang yang namanya robot," kata Sudaryono dalam unggahan di akun Instagramnya @sudaru_sudaryono, Rabu (23/9).

Sudaryono mengatakan ada perubahan diskursus di media sosial, yang dulu diisi oleh manusia sungguhan, kini beralih menjadi robot.

Ia mengatakan robot-robot itu melalui akun palsu di media sosial, berupaya menguasai isu yang hendak mereka mainkan. Isu-isu itu biasanya kontra dengan pemerintah, bahkan cenderung menyerang pemerintah hari ini. Ia mengatakan pihak-pihak itu membawa kepentingan yang berseberangan dengan pemerintah.

"Dan semua robot-robot itu, itu semua dikendalikan oleh oligarki-oligarki, koruptor-koruptor yang tidak menginginkan Pak Prabowo itu kemudian terus bisa memimpin bangsa ini," ujarnya.

Sudaryono mencontohkan, misalnya upaya pemerintah memperbaiki nasib guru-guru di Indonesia yang justru tidak ramai menjadi buah bibir di media sosial.

"Jadi Pak Prabowo dihujat, itu yang menghujat sebetulnya adalah bukan orang, tapi orang kemudian karena ramai, dia ikut," ucap dia.

Sudaryono pun menyatakan bahwa Gerindra takkan diam dalam merespons itu. Ia menegaskan Gerindra siap untuk melawan para pihak-pihak yang menurutnya tidak mau Indonesia menjadi negara maju itu.