Pesawat yang membawa Presiden China, Xi Jinping, dalam kunjungan kenegaraan ke luar negeri kerap menarik perhatian karena berbeda dengan Amerika Serikat yang memiliki pesawat khusus kepresidenan, Air Force One.

China tidak memiliki pesawat kepresidenan khusus untuk membawa Xi.

Pemerintah China menggunakan pesawat milik maskapai Air China yang disiapkan dan dimodifikasi secara khusus setiap kali digunakan untuk perjalanan presiden.

Sementara itu, istilah Air Force One merujuk pada pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) yang digunakan ketika presiden AS berada di dalamnya. Pesawat tersebut memiliki fasilitas dan sistem keamanan yang dirancang khusus untuk mendukung perjalanan kepala negara.

Bagi kedua negara, pesawat kepresidenan bukan sekadar alat transportasi. Pesawat tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan diplomatik dan simbol yang pertama kali terlihat ketika seorang pemimpin negara tiba di negara lain.

Pada awal masa kepemimpinannya pada 2013, Xi menggunakan Boeing 747-400 milik Air China untuk perjalanan luar negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, pesawat yang digunakan untuk perjalanan Xi juga mencakup Boeing 747-8 Intercontinental.

Pesawat Boeing 747-8I merupakan varian penumpang dari 747-8 sekaligus menjadi varian penumpang terakhir dari keluarga Boeing 747 yang diproduksi.

Dalam laporan media pemerintah China pada 2013, mantan pelaksana tugas Direktur Departemen Protokol Kementerian Luar Negeri China, Lu Peixin, menjelaskan alasan Beijing tidak memiliki pesawat kepresidenan khusus.

"Salah satunya adalah untuk menghindari pemborosan dan perlakuan khusus serta meningkatkan pemanfaatan pesawat," kata Lu.
"Yang lainnya adalah untuk memastikan keselamatan penerbangan karena sebuah pesawat memiliki jutaan komponen dan tidak bisa begitu saja diam dalam waktu lama," lanjut Lu.

Untuk perjalanan kepresidenan, pesawat Air China yang dipilih menjalani pemeriksaan keamanan dan modifikasi khusus. Sejumlah kursi dapat dilepas dan diganti dengan sofa serta tempat tidur.

Teknisi dari Divisi ke-34 Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China juga membantu proses pemeriksaan dan modifikasi pesawat.

Konfigurasi pesawat yang digunakan Xi biasanya dibagi menjadi empat bagian. Bagian depan diperuntukkan bagi pemimpin negara dan dilengkapi ruang tamu, kantor, serta kamar tidur.

Bagian berikutnya digunakan para menteri dan pejabat senior yang mendampingi Xi. Setelah itu terdapat tempat duduk bagi pejabat tingkat biro dan departemen. Sementara bagian belakang digunakan media dan staf pendamping.

Informasi mengenai pesawat yang membawa Xi juga relatif terbatas. Media pemerintah dan pernyataan resmi China umumnya hanya menyebutnya sebagai "pesawat khusus" tanpa menjelaskan secara rinci jenis maupun fasilitas di dalamnya.

Penggunaan pesawat tersebut juga mengikuti prosedur ketat dan tingkat kerahasiaan yang tinggi, baik untuk perjalanan domestik maupun internasional.

Sistem di China berbeda dengan AS. Gedung Putih secara terbuka menyediakan informasi mengenai Air Force One, termasuk sejarah, nomor ekor, penamaan, serta sejumlah fasilitas di dalam pesawat.

Air Force One saat ini identik dengan dua pesawat Boeing 747-200B yang dimodifikasi khusus dan berkode VC-25A dengan nomor ekor 28000 dan 29000.

Pesawat tersebut memiliki luas sekitar 372 meter persegi yang tersebar di tiga tingkat. Menurut informasi Gedung Putih, Air Force One memiliki suite kepresidenan yang mencakup kantor, toilet, dan ruang konferensi.

Pesawat itu juga menyediakan ruang bagi penasihat senior, personel Paspampres, dan wartawan yang ikut dalam perjalanan presiden.

Dari sisi fasilitas, Air Force One dilengkapi ruang medis yang dapat digunakan sebagai ruang operasi dan selalu memiliki dokter di dalam pesawat.

Pesawat tersebut juga memiliki dua dapur yang dapat menyiapkan hingga 100 porsi makanan sekaligus.

Angkatan Udara AS menyebut Air Force One memiliki sistem komunikasi yang aman, tangga udara di bagian depan dan belakang, sistem pemuatan bagasi mandiri, serta kemampuan mengisi bahan bakar di udara.

Pesawat kepresidenan AS juga memiliki identitas visual yang sangat kuat.

Tulisan "United States of America", bendera AS, dan lambang presiden terpampang di bagian luar pesawat.

Saat ini, Presiden AS Donald Trump menggunakan Boeing 747-8I yang telah dimodifikasi untuk kebutuhan kepresidenan.

VC-25B Bridge digunakan untuk mengisi masa transisi ketika dua VC-25A yang sudah berusia tua masih beroperasi, sementara pengiriman pesawat VC-25B baru mengalami penundaan.

Pesawat tersebut diperkirakan bernilai sekitar US$400 juta dan merupakan hadiah dari keluarga kerajaan Qatar kepada pemerintah AS.

Dibandingkan VC-25A, Boeing 747-8I mampu terbang lebih cepat dan memiliki jangkauan lebih jauh.

Perbedaan sistem kedua negara kemudian memunculkan pertanyaan lain.

"Mengapa Xi tidak menggunakan pesawat C919, pesawat penumpang buatan China yang kini telah digunakan secara komersial oleh sejumlah maskapai di negara tersebut?," seperti dilaporkan Bangkok Post.