Rusia meluncurkan serangan drone ke stasiun kereta Dnipro, Ukraina, hingga menewaskan 13 orang, Kamis (29/10).
"Tiga belas orang tewas dalam serangan Rusia di Dnipro. Setidaknya, lebih dari lima orang terluka," kata Gubernur Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, dikutip AFP.
Semenetara itu, Kota Dnipro Borys Filatov juga menyebut drone meluncur ke kereta listrik sipil.
"Banyak orang tewas, banyak orang terluka," ungkap Filatov.
Operator kereta api Ukraina, Ukrainian Railways, menyebut drone Rusia bertenaga jet menghantam stasiun kereta api Dnipro.
"Serangan tersebut mengenai salah satu peron tempat kereta api No. 866 Dnipro-Zaporizhzhia berada saat itu," demikian tulis mereka di Instasgram.
Pihak kereta api sudah mengeluarkan peringatan sebelumnya. Namun, saat kejadian masih banyak orang di sekitar stasiun.
Serangan ke fasilitas sipil dalam perang bisa dianggap masuk kejahatan perang.
Rusia telah berulang kali meluncurkan drone ke Ukraina sejak invasi pada 2022. Mereka telah menghancurkan ratusan lokomotif dan menewaskan banyak pekerja kereta api.
Invasi Rusia ke Ukraina sudah berlangsung lebih dari empat tahun dan belum ada tanda-tanda gencatan senjata.
Komunitas dan organisasi internasional berulang kali menyerukan gencatan senjata. Banyak di antara mereka yang mengajukan proposal perdamaian ke Rusia dan Ukraina. Namun, tak ada satu pun proposal yang diterima.



