Pemain Bali United, Rahmat Arjuna menyesali tindakannya yang memukul bek Borneo FC, Rifad Marasabessy pada pekan ketiga Super League, Minggu (20/9) lalu.

Rahmat dan Rifad diusir oleh wasit di pertandingan ini. Hal itu dikarenakan aksi tidak sportif yang dipertontonkan keduanya di Stadion Segiri, Samarinda.

Rahmat dan Rifad bersenggolan saat berlari mengejar bola. Dalam sebuah situasi, tangan Rifad terlihat mengenai bagian wajah Rahmat.

Winger Serdadu Tridatu, julukan Bali United, itu dengan refleks melakukan pukulan ke tengkuk Rifad.

Mendapat pukulan tak terduga, secara refleks Rifad langsung melayangkan bogem mentah ke Rahmat. Pengguna nomor punggung 47 itu langsung tumbang di atas rumput menahan sakit.

"Saya ingin sedikit klarifikasi atas kejadian saya dengan kaka Rifad di match kemarin. Ketika saya dan kaka Rifad beradu sprint, ada sedikit cakaran ke saya dan saat setelah itu juga refleks membalas," tulis Rahmat dalam unggahan stories Instagram, Senin (21/9).
"Saya menyesal dengan sikap saya dan saya tidak membenarkan sikap saya atas kejadian tersebut," katanya melanjutkan.

Rahmat memastikan bahwa dirinya telah meminta maaf kepada Rifad. Pemain berusia 22 tahun itu menyatakan sudah saling bermaafan dengan Rifad.

"Saya sudah meminta maaf langsung, begitu juga dengan kaka Rifad sudah memaafkan dan meminta maaf atas kejadian tersebut. Semoga kita bisa sama-sama belajar dengan kejadian kemarin. Terima kasih."