Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berupaya membendung lahirnya lebih banyak regulasi terkait kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Sikap ini ditunjukkan di tengah gelombang kekhawatiran publik yang kian memuncak terhadap potensi bahaya teknologi tersebut.

Bos-bos raksasa teknologi seperti Dario Amodei (Anthropic), Sam Altman (OpenAI), dan Elon Musk (xAI) kompak menilai peningkatan AI lanjutan perlu direm untuk memprioritaskan keselamatan masyarakat.

Sebelumnya, mantan peneliti AI Anthropic, Jacob Coxon, bahkan memberikan peringatan lebih mengerikan. Menurutnya, laju AI yang kian tak terbendung berisiko membuat manusia menghadapi kepunahan dalam dekade mendatang.

Namun, semua itu tetap tak membuat Trump melunak. Ia tetap tegak lurus merasa AI harus terus dilanjutkan pengembangannya. Bahkan, Trump secara blak-blakan menyebut ketakutan bahwa AI akan mengambil alih dunia dan memusnahkan umat manusia sebagai berita bohong alias hoaks.

"AI mengambil alih dunia, menghancurkan umat manusia, dan semua hal buruk lainnya adalah hoaks," tulis Trump dalam sebuah unggahan di akun media sosial Truth Social miliknya, dikutip dari Politico, Selasa (15/9/2026).

Sebelumnya, ia juga menyinggung bahwa pemerintahannya telah cukup mengekang aturan berlebihan seputar AI. Menurut Trump, satu-satunya 'kendali' yang dibutuhkan AI hanyalah seorang presiden yang kuat dan cerdas-merujuk pada dirinya sendiri.

"Satu-satunya kendali atau pengaman yang dibutuhkan AI adalah presiden yang kuat dan cerdas (dengan IQ tinggi!), dan AS memilikinya, bahkan lebih dari cukup," lanjut Trump dalam unggahan sebelumnya.

Tak hanya itu, Trump turut menyeret rival lama AS, yakni China. Ia menilai Beijing justru merasa diuntungkan dengan adanya narasi "konspirasi jahat" seputar AI dan pusat data (data center).

Trump menegaskan, prioritas utamanya saat ini adalah memastikan Tiongkok tidak keluar sebagai pemenang dalam penguasaan teknologi baru-yang diyakini bakal mampu merombak struktur masyarakat sipil.

Dalam kesempatan yang sama, Trump melontarkan sindiran pedas kepada CEO Anthropic, Dario Amodei, dengan menyebutnya sedang berpura-pura menjadi "malaikat kecil yang sempurna". Hubungan keduanya memang tengah memanas, dibuktikan dengan kebijakan pemerintah AS yang melarang seluruh lembaga federal menggunakan produk buatan Anthropic.

Sebelumnya, Amodei sempat menyerukan agar perusahaan-perusahaan AI memperlambat laju pengembangan kapabilitas model mereka di tengah kekhawatiran global yang makin mendalam. Seruan tersebut belakangan turut diamini oleh sejumlah bos teknologi lain, seperti CEO xAI Elon Musk dan CEO OpenAI Sam Altman.