Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pria asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, Abdullah Arrosyi alias Kiai Abdullah, menjadi sorotan publik setelah video pengakuannya bertemu dengan Allah SWT dan mendapat ciuman dari Rasulullah SAW viral di media sosial.
Pernyataan tersebut menuai perhatian dan kontroversi di tengah masyarakat. Pria yang diketahui berasal dari Desa Sumberweling, Kecamatan Sumberbaru, itu bahkan dilaporkan oleh sejumlah warga dan tokoh agama setempat ke Polres Jember atas dugaan penistaan agama.
Kontroversi ini bermula dari video yang diunggah akun TikTok @jemberpeople beberapa hari lalu.
"Saya melihat Allah. Allah memperlihatkan saya untuk melihat zat-Nya. Dan, itupun bersamaan dengan kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW," kata Abdullah.
"Jadi saya bersama Rasullah.... Jadi apa yang dikatakan Nur Muhammad itu benar, dan saya melihat Allah. Setelah saya melihat zat-Nya, baru Rasullah hadir dengan saya. Saya berbicara, salaman, terus dikecup oleh Rasullah, dicium, dikasih air, ludahnya mulai dari yang arnyang sampai yang kental gitu lho. Saya menyatakan bahwa yang penting aku makrifat kepada Allah," paparnya.
Pernyataan mengenai pertemuan dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW tersebut kemudian memicu reaksi dari masyarakat, khususnya warganet yang menilai perlu adanya klarifikasi atas isi dan konteks pernyataan itu.
"Ini harus diproses hukum karena sudah merendahkan Allah dan nabi," tulis seorang warganet.
Kiai dalam video viral tersebut sudah dilaporkan warga dan tokoh agama setempat ke Polres Jember atas dugaan penistaan agama. Kepolisian masih mendalami laporan tersebut dan mengumpulkan bukti awal terkait konten yang dipermasalahkan.
"Polres sudah monitor. Yang dilaporkan itu atas nama Abdullah Arrosy, yang dalam media sosialnya beliau mengklaim pernah bertemu langsung secara sadar dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasulullah," kata Kasi Humas Polres Jember Ipda Firmansyah mengutip CNN Indonesia.
Hingga Senin (21/9/2026), Abdullah Arrosyi masih berstatus sebagai saksi terlapor dan belum ditetapkan sebagai tersangka.
Kepolisian juga belum memberikan penjelasan lebih jauh mengenai kemungkinan pemeriksaan kondisi kejiwaan yang bersangkutan. Saat ini, fokus penyidik masih pada pengumpulan data dan bukti awal untuk memperjelas perkara tersebut.
"Untuk saat ini penyidik masih belum memutarkan secara detail tahapan-tahapan yang disampaikan atau prosesnya. Akan tetapi, kemarin sempat kami konfirmasi, masih proses penyelidikan, masih mengumpulkan data dan bukti terkait kejadian yang mengaku bertemu dengan Allah dan Rasulullah," pungkasnya.



