Menteri Keamanan Nasional Israel dari kelompok sayap kanan, Itamar Ben Gvir, menyerukan penangkapan para pemimpin partai Arab Israel yang meraih suara signifikan dalam pemilihan umum pekan ini.
Ben Gvir menuduh mereka menerima pendanaan dari Qatar, meski tuduhan tersebut belum terbukti.
Ben Gvir mendesak badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, segera mengambil tindakan terhadap para pemimpin partai tersebut.
"Harus segera memerintahkan penangkapan terhadap para pemimpin partai Arab yang dicurigai terlibat dalam penerimaan dana dari Qatar," tulis Ben Gvir melalui platform X pada Kamis (29/10).
Pernyataan itu muncul di tengah klaim sejumlah menteri Israel yang menuduh partai-partai Arab menerima pendanaan dari Qatar. Namun, tuduhan tersebut belum terbukti.
Qatar merupakan negara kaya energi di kawasan Teluk yang memiliki jalur komunikasi dengan Hamas, kelompok Palestina yang berkonflik dengan Israel.
Seruan Ben Gvir juga muncul ketika partai-partai Arab berpotensi memainkan peran penting dalam pembentukan pemerintahan baru Israel.
Berdasarkan penghitungan sementara Komite Pemilu Pusat Israel pada Rabu (28/10), belum ada blok yang mencapai 61 kursi, jumlah minimum yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan mayoritas di parlemen Israel. Blok Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu, maupun blok oposisi sama-sama gagal memperoleh suara mayoritas.
Dalam sistem parlementer Israel, sebuah pemerintahan membutuhkan dukungan setidaknya 61 dari 120 anggota Knesset. Karena itu, perolehan suara dalam pemilihan umum pekan ini membuat partai-partai Arab berpeluang menjadi kingmaker atau penentu arah pembentukan koalisi pemerintahan.



