Partai-partai Arab siap menggulingkan Benjamin Netanyahu dari kursi perdana menteri dan bergabung dengan blok perubahan pimpinan Gadi Eisenkot.
Ketua Joint List Ahmad Tibi mengeklaim sudah menerima permintaan dari kubu Eisenkot dan bersedia bekerja sama.
"Kami bersedia membantu mereka menjatuhkan pemerintah," kata Tibi pada Rabu (29/10), dikutip Jerusalem Post.
Dalam rilis resmi, Joint List juga menyatakan siap bergabung dengan partai lain untuk melengserkan kursi Netanyahu dari kekuasaan.
"Joint List akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengakhiri pemeirntahan Netanyahu," demikian pernyataan itu.
"Kami siap untuk kerja sama politik guna membentuk pemerintah alternatif, pemerintahan yang menghadirkan alternatif sejati dan berkomitmen untuk perubahan mendasar daari kebijakan rasis pemerintah saat ini," lanjut mereka.
Pemerintah mendatang, lanjut mereka, akan berupaya mengakui hak-hak masyarakat Arab dan mengakhiri pengecualian komunitas dan perwakilan dari sistem politik.
Di pemilu kali ini, partai-partai Arab dianggap menjadi kunci untuk kursi perdana menteri. Dalam perhitungan suara hingga Kamis, blokNetanyahu meraih 52 kursi, lawannyaEisenkot mengantongi 48 kursi dan partai-partai Arab 20 kursi masing-masing Joint List 12 danRa'am 8.
Dalam aturan konstitusi Israel, calon PM bisa membentuk pemerintahan jika menguasai 61 kursi parlemen. Namun, hingga kini belum ada blok yang mencapai angka itu.
Analis politik Palestina Ahmed Najar menilai kemitraan dengan partai Arab tak hanya memungkinkan tapi satu-satunya jalan yang "realistis" bagi Eisenkot.



