Sebuah video menunjukkan atlet pencak silat peserta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 mengalami kejang usai dibanting lawan viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat seorang atlet pencak silat jatuh akibat bantingan lawan. Kepala bagian belakang terlihat terbentur sebelum atlet tersebut mengalami kejang.
Sikap wasit yang tak segera menghentikan laga dan memanggil tim medis kemudian menjadi sorotan warganet.
Ketua KONI Jawa Tengah Sudjarwanto menyebut video viral itu menampilkan laga babak perempat final kelas D Putra antara atlet Ginting dari Surakarta melawan Kukuh Angga W asal Kabupaten Blora.
Menurutnya, pertandingan tersebut digelar pada Selasa (27/10). Sudjarwanto bilang, saat laga itu berlangsung teknik serang bela berupa bantingan oleh Ginting terhadap Kukuh dan dihentikan wasit.
Sudjarwanto berujar, saat itu wasit bertindak mengacu pada regulasi pertandingan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
"Karena bukan pelanggaran di dalam peraturan pertandingan IPSI, harus dihitung sampai sepuluh baru setelah itu medis melakukan pertolongan pertama pada cedera atlet tersebut," kata Sudjarwanto menyampaikan penjelasan Technical Delegate Pencak Silat saat dihubungi, Kamis (29/10).
Ia menyebut Kukuh tersebut selanjutnya mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Primaya. Sudjarwanto sudah menjenguk Rabu (28/10) kemarin dan atlet yang bersangkutan dalam kondisi sehat.
Meski dalam kondisi sehat, Sudjarwanto bilang, pihaknya tetap meminta agar atlet yang bersangkutan tetap diobservasi.
"Siang ini sudah diizinkan pulang dari RS," pungkasnya.
Insiden ini menambah sorotan terhadap penyelenggaraan Porprov Jateng 2026. Sebelumnya, dua atlet yang berlaga dalam ajang tersebut, yakni atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, dan atlet pencak silat asal Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, dilaporkan meninggal dunia.



