Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan terima kasih ke Indonesia saat bicara di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (22/9).

Ucapan terima kasih itu diutarakan saat Trump menyinggung soal Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang dikerahkan ke Jalur Gaza, Palestina, sebagai bagian dari program Dewan Perdamaian (BoP) usulannya.

"Saya juga ingin berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah berkomitmen mengerahkan pasukan, personel kepolisian, dan memberikan pelatihan untuk membantu menstabilkan Gaza, termasuk Indonesia, Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, Yordania, dan yang lain," kata Trump.

Indonesia telah berkomitmen mengirim 8.000 personel untuk misi perdamaian di Gaza. Namun, rencana tersebut tertunda buntut perang AS vs Iran.

ISF adalah pasukan multinasional yang dibentuk Dewan Perdamaian untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban di Jalur Gaza pascakonflik.

Tugas utamanya yakni menjaga keamanan dan melindungi warga sipil, serta membantu pelatihan unit-unit kepolisian Palestina.

Beberapa tugas lain dari pasukan ISF di antaranya yaitu memantau pembangunan fasilitas kesehatan di Gaza serta memperbaiki infrastruktur vital lainnya.

Dalam pidatonya, Trump turut mengucapkan terima kasih kepada negara anggota BoP yang sudah menyumbangkan dana miliaran dolar untuk membantu rekonstruksi Gaza.

Negara-negara yang sudah berkontribusi di antaranya Qatar, Kuwait, Kazakhstan, Arab Saudi, Turki, dan Uzbekistan.

"Negara-negara tersebut telah menunjukkan kemurahan hati yang luar biasa, dan negara-negara lain pun turut serta memberikan kontribusi dalam jumlah yang sulit dipercaya, karena mereka ingin melihat masyarakat tetap hidup," kata Trump.
"Dana tersebut disalurkan langsung ke sumbernya, tepat ke tempat yang membutuhkan dan mereka sangat membutuhkannya," imbuh dia.

Jalur Gaza luluh lantak usai pemerintahan Benjamin Netanyahu meluncurkan agresi brutal ke wilayah tersebut pada Oktober 2023. Imbas operasi ini, lebih dari 73.000 ribu warga di Palestina tewas, ratusan ribu rumah dan fasilitas hancur, serta jutaan orang mengungsi.

Setelah dua tahun agresi, Israel sepakat gencatan senjata dengan Hamas melalui usulan yang diajukan AS. Namun, di tengah kesepakatan itu, pasukan Zionis juga masih sering menggempur Gaza.