Jakarta, CNBC Indonesia - Penyanyi asal Inggris, Ed Sheeran, tak kuasa menahan tangis ketika kembali tampil dalam rangkaian Loop Tour di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu malam, 19 September 2026 waktu setempat.

Melansir Nine, di hadapan sekitar 50.000 penonton, Sheeran mengungkap bahwa kontroversi yang membelit konsernya membuat sejumlah teman, keluarga, dan orang-orang yang telah dikenalnya selama bertahun-tahun menjauh.

Dalam video yang direkam penggemar dan beredar di media sosial, pelantun lagu Thinking Out Loud itu terlihat emosional di atas panggung. Ia mengaku pekan tersebut menjadi salah satu periode tersulit dalam hidupnya.

"Dalam situasi seperti inilah Anda benar-benar mengetahui siapa saja teman sejati Anda. Minggu ini rasanya sungguh berat," kata Sheeran kepada penonton.

Ia mengatakan banyak orang menyarankan agar dia membatalkan tur yang tengah berlangsung. Namun, ketika melihat penjualan tiket, Sheeran merasa para penggemar justru menunjukkan dukungan dengan tetap membeli tiket dan datang ke konser.

"Semua orang menyuruh saya untuk membatalkannya, dan saya merasa seolah-olah teman, keluarga, serta orang-orang yang saya kenal telah meninggalkan saya," ujarnya.

Meski menghadapi tekanan tersebut, Sheeran memilih tetap naik ke atas panggung. Ia kemudian berterima kasih kepada puluhan ribu penonton yang hadir.

Ubah Tata Panggung karena Kekhawatiran Keamanan

Kontroversi tersebut juga berdampak langsung pada pelaksanaan konser. Sheeran mengungkapkan bahwa ia mengubah tata letak panggung karena khawatir dengan reaksi penonton.

Ia awalnya dijadwalkan menggunakan panggung B yang berada di tengah area penonton. Namun, panggung tersebut akhirnya ditiadakan.

"Saya tidak tahu seperti apa penonton malam ini. Saya tidak tahu apakah akan ada benda yang dilemparkan ke arah saya. Saya tidak tahu apakah orang-orang akan marah kepada saya," kata Sheeran.

Ia pun meminta maaf karena format pertunjukan Loop Tour di Philadelphia tidak berjalan seperti biasanya.

"Saya meniadakan panggung B karena khawatir akan apa yang mungkin terjadi jika saya berdiri di tengah," lanjutnya.

Sebelum konser berlangsung, Sheeran juga telah menghadapi tekanan besar setelah sejumlah penampil pendukung dan band pengiringnya memutuskan meninggalkan tur.

Berawal dari Macklemore dan Seruan "Free Palestine"

Krisis tersebut bermula setelah rapper Macklemore menyampaikan dukungan terhadap Palestina saat tampil sebagai penampil pembuka Loop Tour di MetLife Stadium pada 4 September.

Macklemore menyerukan "Free Palestine" dan membawakan Hind's Hall, lagu protes yang dirilisnya pada 2024 dan berkaitan dengan konflik Israel-Palestina. Setelah itu, muncul tekanan agar ia dikeluarkan dari sisa tur Sheeran.

Promotor tur, Messina Touring Group, mengatakan keputusan tersebut berkaitan dengan sejumlah venue yang tidak bersedia menggelar pertunjukan jika Macklemore tetap menjadi bagian dari jajaran penampil.

Macklemore kemudian menyebut nama Robert Kraft dan menuding pemilik Gillette Stadium tersebut berada di balik tekanan untuk mengeluarkannya dari tur. Kraft membenarkan bahwa Macklemore tidak akan tampil di Gillette Stadium, tetapi memberikan alasan terkait pernyataan dan materi pertunjukan sang rapper yang menurutnya melampaui batas yang ditetapkan venue.

Sheeran sendiri sebelumnya menegaskan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore bukan keputusan pribadinya. Ia mengatakan keputusan tersebut dibuat oleh promotor dan pihak pengelola stadion, sementara dirinya berusaha menengahi situasi yang berkembang.

Penampil Lain Ikut Mundur

Setelah Macklemore dikeluarkan, sejumlah penampil pendukung lainnya mengambil keputusan untuk mundur dari tur sebagai bentuk solidaritas.

Finneas, Lukas Graham, dan Aaron Rowe mengumumkan bahwa mereka tidak akan melanjutkan peran sebagai penampil pembuka. Beoga, band yang menjadi bagian dari pertunjukan Sheeran, juga meninggalkan tur.

Situasi tersebut membuat Sheeran harus melanjutkan konser tanpa jajaran penampil pembuka seperti yang sebelumnya direncanakan.

Di tengah tekanan tersebut, Sheeran akhirnya tampil di Philadelphia dan berbicara langsung kepada penonton mengenai situasi yang terjadi. Ia juga mengakui adanya kesalahan dalam cara situasi tersebut berkembang dan menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemarnya.

Konser itu sekaligus menjadi momen pertama Sheeran kembali tampil setelah keluarnya Macklemore dan sejumlah musisi lain dari tur. Di hadapan puluhan ribu penggemar, ia memilih melanjutkan pertunjukan meski kontroversi mengenai kebebasan berekspresi, konflik Israel-Palestina, serta keputusan venue dan promotor masih menjadi sorotan.