Jakarta, CNBC Indonesia - Setiap HP memiliki batas masa dukungan pembaruan perangkat lunak, termasuk HP Xiaomi yang banyak digunakan di Indonesia. Saat masa dukungan berakhir, ponsel sebenarnya masih dapat menyala dan digunakan.
Namun ada risiko besar yang harus dipahami yaitu tidak ada lagi tambalan celah keamanan dari pengembang, sehingga perangkat makin rentan dibajak atau disusupi penjahat siber. Selain itu, sejumlah aplikasi penting seperti perbankan dan dompet digital secara bertahap akan berhenti berjalan lancar karena sistem operasi sudah terlalu lama.
Hal ini sangat penting diketahui oleh pengguna di Indonesia. Banyak orang menggunakan HP Xiaomi selama bertahun-tahun tanpa menyadari bahwa perlindungan keamanannya sudah tidak diperbarui. Saat pembaruan keamanan berhenti padahal setiap kelemahan baru yang ditemukan di sistem tidak akan pernah diperbaiki lagi.
Artinya, setiap kali Anda membuka aplikasi keuangan atau memasukkan data pribadi, ponsel Anda berada dalam risiko.
Setiap model memiliki durasi dukungan yang berbeda. Secara umum, kebijakan Xiaomi saat ini adalah sebagai berikut:
Jadwal pembaruan juga dapat berbeda tergantung wilayah. Pengguna di Indonesia sebaiknya merujuk informasi yang berlaku secara resmi untuk kawasan Asia Tenggara agar mendapatkan jadwal yang paling akurat.
Ada beberapa cara mudah yang dapat Anda lakukan sendiri sekarang juga:
Artinya, ponsel yang tidak lagi menerima pembaruan keamanan bukan sekadar perangkat yang sudah ketinggalan zaman. Itu adalah perangkat yang tidak lagi terlindungi. Di masa ketika hampir semua urusan penting dilakukan melalui ponsel, menjaga perangkat tetap aman sama artinya menjaga uang dan data pribadi Anda sendiri.



