Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap rencana kunjungan pimpinan Uni Eropa ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026.

Rencana itu berkaitan dengan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

"Memang dalam IEU CEPA itu sendiri ada rencana daripada Komisioner Maroš untuk datang ke Indonesia dan juga ada rencana dari Presiden EU untuk datang ke Indonesia di akhir Oktober ataupun awal November," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/9).

Airlangga menargetkan proses ratifikasi berlangsung pada semester kedua 2026, sehingga perjanjian itu dapat mulai diterapkan pada awal 2027.

Ia menyampaikan IEU-CEPA saat ini tengah memasuki tahapan penyelesaian dokumen dalam bahasa Inggris untuk selanjutnya menjalani proses di Parlemen Eropa.

Setelah tahapan itu, Indonesia juga akan melanjutkan proses ratifikasi sesuai mekanisme yang berlaku.

"IEU CEPA diharapkan sekarang dalam proses untuk diproses dalam kelengkapan bahannya dalam bahasa Inggris untuk dibawa ke Parlemen Eropa dan dari situ baru kita, dalam versi kita, untuk dibawa ke Parlemen untuk ratifikasi," ucap dia.

Pada 22 Agustus 2026 lalu, IEU-CEPA memasuki tahap akhir menuju penandatanganan dan ratifikasi.

Kesepakatan itu diproyeksikan memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan dan investasi, serta memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa.

Perjanjian dagang itu disepakati pada Juli 2025 lalu, saat lawatan Prabowo ke Brussel, Belgia.

Kesepakatan itu diumumkan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen di kantor Uni Eropa di Gedung Berlaymont, Brussel, Belgia pada Minggu (13/7).

"Setelah 10 tahun negosiasi, kita telah menyepakati untuk memiliki Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), yang pada dasarnya adalah perjanjian perdagangan bebas," ucap Prabowo dalam kunjungannya ke Belgia, Minggu (13/7).

Prabowo mengatakan perjanjian dagang itu akan menguntungkan bagi kepentingan perekonomian kedua belah pihak.

Ia menegaskan bahwa kemitraan dengan Uni Eropa sangatlah penting. Ia menyebut Uni Eropa memiliki kontribusi yang besar terhadap stabilitas ekonomi dan geopolitik global.

Prabowo juga menyebut Uni Eropa berkontribusi besar dalam bidang sains, teknologi, dan keuangan.

Sementara itu, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen menyatakan kesepakatan ini merupakan langkah besar dalam memperkuat kemitraan dagang antara Indonesia dengan Uni Eropa.